Standarisasi Jasa Keuangan

Dunia perbankan telah dikategorikan industri oleh Pemerintah. Sehingga dikaitkan dengan industri tentu orientasinya adalah keuntungan. Mengingat perbankan untuk membiayai operasionalnya seperti gaji karyawan, alat tulis kantor, pemeliharaan peralatan tentu berharap dari keuntungan yang diperoleh baik dari jasa pemberian kredit maupun usaha usaha lain. Maraknya usaha jasa keuangan mulai dari Bank, Koperasi, BPR, Pegadaian, BMT berlomba lomba menjadi terbaik dalam pelayanan terhadap nasabahnya. Usaha jasa keuangan perlu adanya suatu aturan yang ditetapkan dalam perundang undangan. Bahkan akhir akhir ini dibutuhkan suatu standarisasi bagi usaha perbankan guna melindungi konsumen yaitu para nasabah yang menjadi targetnya. Salah satu peristiwa terjadinya pembobolan rekening melaui ATM merupakan hal yang perlu diperhatikan guna kenyamanan nasabah dapat terjamin.

Keinginan perusahaan untuk dapat bersaing mendorong untuk senantiasa mencari dan mengembangkan cara yang lebih efektif dan efisien dalam merancang, memproduksi dan memasarkan berbagai produk yang berguna bagi masyarakat. Menyikapi hal tersebut senantiasa dituntut untuk mengembangkan produk baru. Selain inovasi dan teknologi tentu penting juga adanya standarisasi. Standar inilah yang membedakan produk dipasaran mana yang baik dan mana yang buruk. Jasa keuangan sangat dibutuhkan sebagai imbal baliknya konsumen juga menginginkan adanya akses dan keterjangkauan, ketersediaan, praktik yang adil dan pertanggunganjawab dalam jasa keuangan maupun informasi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: