KUR Jadi Beban

Penyaluran KUR kepada usaha usaha produktif belum maksimal atau belum sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. Walaupun ada peningkatan jumlah besaran kredit yang disalurkan melalui KUR. Bagi calon pengguna atau pelaku usaha yang akan akses kredit melalui KUR juga malas akses KUR karena masih dipersyaratkan adanya agunan. Mereka masih menyukai pinjaman melalui BPR atau cukong cukong yang bersedia memberikan pinjaman dengan diangsur setelah terjadi penjualan. Akses KUR masih didominasi dari sector Jasa dan Kuliner. Sedangkan untuk industri masih jauh dari harapan. Pemerintah sendiri selama ini sejak tahun 2004 jarang membicarakan sector industri. Baru pada pertengahan tahun 2010 ini kembali membicarakan sector industri. Kecenderungan industri banyak yang tutup karena maraknya barang barang impor yang masuk sehingga pelaku industri beralih menjadi pedagang karena harganya lebih kompetitif. Rantai produksi di dalam negeri cukup tinggi disebabkan antara lain mulai dari sisi transportasi, listrik, BBM, suku bunga bank. Walaupun jumlah bank penyalur KUR ditambah ada kesan bank males salurkan KUR karena nambahi pekerjaan saja.

Soal KUR bank males karena nambahi pekerjaan, UKM males karena bunga masih tinggi. Padahal dalam tren pertumbuhan ekonomi pengaruh suku bunga turun pertumbuhan akan naik dapat di ikuti pada perbandingan BI rate dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kita sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Sementara itu tingkat bunga sangat tergantung pada laju inflasi. Di atas kertas KUR bagus namun implementasinya yang kurang. Tidak hanya dalam KUR saja tapi banyak lagi aturan aturan yang bagus tapi penerapannya yang amburadul.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: