Larangan Penggunaan Alat Tangkap Berdampak Pada Nelayan Jateng

Dikeluarkannya peraturan menteri Kelautan Nomor 2/Permen-KP/2015 tentang larangan penggunan alat penangkapan ikan pukat hela ( trawls ) dan Pukat Tarik ( Seine Nets ) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Dalam peraturan ini setiap orang dilarang menggunakan yang berarti hampir 70% nelayan Jateng akan terkena dampaknya. Karena nelayan pantura Jateng hingga saat ini masih menggunakan alat tangkap secara turun temurun seperti yang dilarang saat ini. Alat alat tangkap yang sebagian besar masih digunakan adalah jenis pukat hela dasar, pukat hela pertengahan, pukat hela kembar berpapan, pukat tarik pantai, pukat tarik berkapal. Pukat tarik berkapal ini yang banyak digunakan mayoritas nelayan yaitu dogol, scottish seines, pair seines, payang, cantrang dan lampara dasar.

Dengan adanya larangan tersebut seharusnya juga disiapkan bantuan pada nelayan tersebut untuk mengganti peralatan yang digunakan sebelumnya. Serta diperlukan kebijakan kebijakan yang mendukung pemberdayaan serta kemudahan akses pembiayaan. Apabila ini tidak dilakukan tentu akan berdampak terhadap perekonomian Jateng. Sebagian besar nelayan yang berada di Pantura Jateng masih berlayar dengan peralatan tradisional. Guna untuk mendukung kemaritiman sektor ini harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah di daerah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: